EdukasiPengetahuan Umum

Penulisan Piramida Terbalik, Gimana sih Strukturnya?

Anak Fakultas Ilmu Komunikasi khususnya Jurrnalisme, atau yang tertarik dengan dunia kepenulisan artikel berita pasti sudah tidak asing dengan istilah inverted pyramid. Dalam Bahasa Indonesia, penyebutannya ialah Piramida Terbalik. Ini merupakan sebuah metode penulisan yang mulai berkembang sejak Perang Dunia. Pada jaman itu, koran-koran bergantung pada informasi telegraf  dari para saksi mata dalam perang besar itu. Namun, seringkali pengiriman itu terpotong akibat sabotase. Akhirnya, para reporter memunculkan ide supaya menyajikan hal-hal terpenting terlebih dahulu sehingga penerimaan informasi bisa tetap berjalan lancar. Inti berita tetap tersampaikan walau keseluruhan telegraf terpotong oleh pihak lawan.

Di masa sekarang pun, metode penulisan piramida ini masih sering kita jumpai, terutama di konten hard news. Hard news adalah berita pendek berisi informasi-informasi yang umumnya baru terjadi dan tidak melibatkan emosi (kering). Tidak hanya di media lama seperti koran, konten hard news juga bisa kita peroleh lewat media daring yang kini penyebarannya makin cepat dan sangat update mengenai hal-hal yang terjadi.

Tulisan-tulisan beralaskan piramida terbalik ini juga adalah solusi atas adanya media seperti televisi dan sosial media yang memperpendek jangka waktu konsentrasi kita di masa sekarang ini. Nah, apa aja, sih strukturnya? Berikut, Teenuplive kasih tahu!

penulisan piramida terbalik
Sumber – romelteamedia.com

1. Bagian Piramida “Lead”

“Lead” adalah bagian pertama, merupakan bagian paling krusial dan letaknya di paling atas dalam penulisan piramida terbalik. “Lead” merupakan bagian yang tampil setelah judul artikel berita. Di bagian ini, biasanya jurnalis atau penulis artikel menuliskan tentang informasi inti secara ringkas yang hendak disampaikan dalam keseluruhan berita. Isi “lead” tentu saja tidak boleh bertele-tele supaya menarik bagi pembaca. Bagian ini merupakan klimaks yang menentukan apakah pembaca akan meneruskan atau tidak.

Hal-hal penting dalam struktur ini menyangkut aspek 5W dan 1H dalam sebuah kejadian. 5W 1H ini mencakup apa yang terjadi, siapa yang terlibat, penyebab kejadian, kapan dan dimana terjadinya serta bagaimana hal itu bisa terjadi secara singkat. Misalnya, ketika hendak menulis artikel tentang adanya sebuah kecelakaan kita pastinya akan menuliskan siapa saja korbannya, tempat kecelakaan itu terjadi, waktu kecelakaan dan penyebab kecelakaan menurut pihak berwenang. Inti berita contohnya, beberapa orang tewas pada kecelakaan beruntun di Jalan X Kota Y pada tanggal… pukul….

lead piramida terbalik
Sumber – es.veecteezy,com

2. “Body” Piramida Terbalik

Dalam struktur penulisan piramida terbalik, setelah menulis “lead”, penulis akan melanjutkan penulisannya pada bagian “body”. Bagian ini adalah bagian tengah dari piramida terbalik. Memiliki isi berupa informasi yang tak kalah penting dari bagian “lead”. Jangan lupa untuk memastikan isinya terhubung dengan “lead” supaya pembaca bisa memproses bagian “body” artikel dengan lebih efisien.

Informasi-informasi itu biasanya adalah uraian 5W + 1H dengan lebih jelas dan merinci daripada bagian sebelumnya. Kita dapat memasukkan informasi-informasi yang lebih mendetail mengenai nama-nama korban, alamat rumah korban, rincian tempat perkara dan mengapa kejadian itu bisa terjadi pada bagian ini. Tidak lupa, kita juga bisa menyisipkan hal seperti kronologi detik-detik tentang bagaimana peristiwa yang hendak kita informasikan bisa terjadi. Bagian “body” adalah bagian yang padat informasi, jadi biasanya peletakkannya ada di tengah artikel dan merupakan bagian paling panjang dari keseluruhannya.  Oleh karena itu pula, dalam ilustrasi struktur piramida terbalik bagian “body” adalah bagian paling besar.

3. Bagian “Leg” atau “Tail”

Tentu saja penulisan piramida terbalik tetap butuh akhiran. Akhiran dalam piramida terbalik adalah bagian “leg” atau “tail”. Dari artinya sendiri, kita sudah pasti tahu maksudnya. “Leg” berarti kaki dan “tail” memiliki arti ekor. Dua hal ini selalu menyimbolkan keberadaannya berada di paling bawah.

Nah, bagian “leg” atau “tail” ini merupakan bagian paling bawah dari sebuah piramida terbalik. Biasanya menuliskan  tentang informasi yang tidak terlalu penting dalam sebuah peristiwa. Artinya, apabila pembaca tidak mengetahui, membaca atau mengingatnya pun tidak masalah. Informasi-informasi yang penulis anggap kurang penting ini umumnya seperti informasi yang belum pihak berwajib berikan lebih lanjut, harapan dari orang-orang yang terlibat, hal-hal seperti latar belakang suasana dan cuaca saat kejadian atau warna mobil.

Mudah ‘kan? Penulisan piramida terbalik terdiri dari tiga bagian simpel yang mudah untuk kita ingat. “Lead” berisi gambaran ringkas mengenai isi artikel, “body” mencakup seluruh detail informasi penting lainnya sedangkan “leg” atau “tail” berfokus pada informasi yang tidak terlalu penting, termasuk harapan. Jangan sampai terbalik, ya! Nggak mau kan, pembaca jadi keluar laman karena informasinya tidak terstruktur dan runtut? Yuk, terapkan struktur penulisan piramida terbalik dalam artikelmu!

Hal-hal tambahan terkait penulisan berita dapat kalian telusuri lewat klik link ini. Artikel edukasi dari Teenuplive lainnya akses di sini.


Writer: Rebecca Maria Graciella Efendy | Editor: Kayla Adzkia Shabrina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *