EdukasiPengetahuan Umum

Membangun Budaya Literasi Remaja dengan 3 Strategi Penting

Membangun budaya literasi pada remaja adalah hal yang penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Jika berbicara tentang literasi, ternyata tidak hanya menyangkut literasi numerasi saja. Namun, masih ada 5 jenis literasi lainnya, yaitu literasi baca tulis, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Generasi muda harus mengenal 6 literasi dasar tersebut.

Mengenal Budaya Literasi
Source: rumahbaca.id

Sebelum mengetahui cara untuk membangun budaya literasi, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu literasi. Literasi sendiri adalah tahapan awal untuk mencapai suatu tujuan dengan kemampuan menulis dan membaca. Budaya literasi memiliki peran penting dalam membuka cakrawala generasi muda.

Rendahnya tingkat literasi dapat menyebabkan kebodohan, tingkat produktivitas manusia menjadi rendah, tingginya angka putus sekolah pada anak, kemiskinan, hingga kriminalitas. Oleh karena itu, generasi muda perlu menyadari akan pentingnya literasi untuk menghindari dampak negatif yang akan ditimbulkan.

Selain itu, kemajuan teknologi saat ini membuat tingkat persaingan semakin kompetitif sehingga penting untuk membekali diri dengan keterampilan dan kompetensi yang baik. Tingginya tingkat literasi dapat menciptakan generasi yang cerdas serta mempunyai daya pikir yang kritis, kreatif, dan inovatif.

Dengan demikian, sobat generasi muda perlu mengetahui tujuan mengenai budaya literasi sebagai indikator penting dalam meningkatkan prestasi. Generasi yang cerdas dan berprestasi akan mampu untuk bersaing (Baca juga: Mengatasi Tantangan Persaingan Karir: Tips dan Trik untuk Generasi Z). Berikut ini 3 strategi yang bisa kamu terapkan untuk membangun budaya literasi dengan mudah dan menjadi generasi yang cerdas:

1. Membangun Budaya Literasi dengan Memanfaatkan Teknologi Sebagai Media Promosi

a. Memanfaatkan Platform Untuk Membaca Digital

membangun budaya literasi
Source: ageconnected.org

Saat ini, teknologi semakin maju dan kemajuan teknologi tersebut tentu memudahkan masyarakat untuk mengakses segala informasi secara online. Oleh karena itu, kita harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk menjangkau pembaca. Kita bisa melakukan riset e-book, buku audio, aplikasi untuk merangkul teknologi, dan lain sebagainya. Hal ini sangat cocok dengan gaya hidup remaja yang paham teknologi.

Selain itu, pemanfaatan platform sebagai media membaca digital juga memudahkan para pembaca untuk mengakses bacaan. Oleh karena itu, penulis maupun penerbit perlu memanfaatkan platform online dengan cara menerbitkan buku tidak hanya dalam bentuk cetak saja. Namun, keduanya juga perlu menerbitkan buku dalam bentuk digital dan audiobook. Selain itu, keduanya perlu bekerja sama dengan institusi pendidikan maupun perpustakaan untuk menyediakan akses gratis atau biaya yang terjangkau untuk mengakses buku.

(Baca Juga: Membaca Buku Online Gratis di Indonesia, Ini Dia 10 Websitenya!)

b. Memanfaatkan Jurnal dan Blogging

Setiap orang dapat mengasah kemampuan menulis dengan mulai menulis di blog atau membuat jurnal. Remaja dapat mengekspresikan diri melalui blog atau platform, contohnya seperti Medium. Medium merupakan salah satu platform yang dapat membantu para remaja yang ingin menjadi lebih baik dalam menulis dan menjangkau publik yang lebih luas. Selain itu, sebagai penulis pemula, kamu juga bisa banget loh untuk mempromosikan tulisanmu agar lebih banyak orang yang membacanya. Selain sebagai bentuk promosi, hal tersebut bisa membangun kemampuan menulismu untuk lebih baik. Hal itu karena kritik dan saran yang bisa saja kamu dapatkan jika berhasil mendapat kunjungan dari banyak orang.

Dengan rajin menulis, tentunya membuatmu rajin membaca. Hal ini karena dengan banyak membaca akan menciptakan tulisan yang berkualitas. Pada waktu yang sama, secara tidak langsung kamu membangun budaya literasi untuk dirimu dan orang lain yang membaca tulisanmu.

2. Membangun Budaya Literasi dengan Mengubahnya Menjadi Aktivitas Sehari-hari

a. Menggunakan Media Secara Kritis 

Kamu bisa menggunakan media secara kritis. Sebagai contoh, kamu bisa memberikan petunjuk pada remaja untuk menjadi pengguna media yang cerdas dan bijak. Generasi yang cerdas dan bijak tentu akan memeriksa dan memilah berita, artikel, dan postingan media sosial yang ia baca.

Untuk menjadi pengguna media yang kritis, tentunya kamu tidak boleh menelan mentah-mentah informasi yang kamu dapatkan dari satu postingan saja. Kamu juga harus memeriksanya terlebih dahulu apakah informasi tersebut akurat dan bisa diterima. Dengan demikian, pemahamanmu tentang seluk-beluk pengetahuan akan tumbuh dan kemampuan berpikir kritismu akan meningkat.

b. Menjadikan Membaca Bagian dari Hobi

membangun budaya literasi
Source: siakapkeli.my

Segala sesuatu yang dilakukan dengan terpaksa dan tanpa adanya rasa suka tentu sangat berat. Oleh karena itu, kita akan lebih mudah untuk menerapkan budaya literasi jika menjadikan membaca sebagai bagian dari hobi. Untuk menjadikan membaca sebagai hobi, kamu harus mengumpulkan literasi dengan hal-hal yang kamu minati saat ini. Menghubungkan literasi dengan minat seperti penulisan lagu, penulisan cerita pendek, atau partisipasi forum internet dapat meningkatkan dalam proses pembelajaran.

3. Membangun Budaya Literasi dengan Menciptakan Lingkungan yang Bermanfaat

a. Mengikuti Kelompok Membaca Keluarga

Mulailah klub buku bersama keluarga, di mana para anggota membaca buku yang sama dan berdiskusi tentang hal tersebut sebagai sebuah kelompok. Hal ini dapat memperkuat ikatan keluarga sekaligus memajukan literasi. Menjadikan membaca buku sebagai rutinitas bersama keluarga tentu sangat menyenangkan!

b. Bergabung Grup Untuk Peer Reading

Seringkali, generasi muda harus mendapat dorongan dari teman untuk meningkatkan literasi. Oleh karena itu, kamu perlu mengatur grup membaca dengan teman sebaya. Kalian bisa berbicara tentang buku dan saling bertukar ide di grup. Menggabungkan kehidupan sosialmu dengan literasi memungkinkan literasi untuk lebih mendarah daging dalam kehidupan sehari-harimu.


Pada kesempatan ini, tentu terdapat harapan akan terciptanya pengembangan literasi secara teratur dan rutin. Di samping itu, minat baca di kalangan remaja semakin tinggi. Dengan begitu, keterampilan hidup dan prestasi akademik remaja dapat meningkat. Menjadikan literasi sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari dapat menumbuhkan semangat dan keinginan besar untuk membaca dan menulis. Dalam pandangan ini, tentu dapat menempatkan mereka di jalan menuju kesuksesan dan dapat menopang pembelajaran seumur hidup. Demikian, penerapan budaya literasi ini dapat sobat tanamkan pada generasi-generasi berikutnya, yang tentunya akan bermanfaat bagi masa depan mereka.

Sekian, semoga bermanfaat untuk sobat generasi muda!

 

Writer: Atika Rahmani | Editor: Nabilah Ghina Mawaddah Rifayanti

Baca Juga: 5 Puisi Tentang Perjuangan untuk Bangun Semangat Remaja

7 komentar pada “Membangun Budaya Literasi Remaja dengan 3 Strategi Penting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *