BisnisEdukasiPengetahuan Umum

Hati-Hati Penipuan! Inilah Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu

Di era digital saat ini, mencari pekerjaan menjadi lebih mudah dengan banyaknya informasi lowongan kerja yang bertebaran di berbagai media. Walaupun begitu, di balik kemudahan tersebut ada juga risiko penipuan berkedok lowongan kerja dengan ciri-ciri lowongan kerja palsu yang banyak terlihat.

Terlebih lagi, penipuan ini kebanyakan mengincar kaum anak muda dan remaja yang masih belum banyak tahu tentang dunia kerja.Banyak lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan kerja dari rumah (WFH) dengan persyaratan yang sangat mudah dan bahkan tidak ada batasan umur. Berikut adalah beberapa cara untuk mengenali ciri-ciri lowongan kerja palsu yang perlu kamu ketahui:

 

ciri lowongan kerja palsu

Sumber: pixabay.com

 

Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu: Kenali Sejak Awal!

1. Tawaran Gaji yang Tak Masuk Akal

Perusahaan yang serius dalam mencari karyawan biasanya menawarkan gaji yang sesuai dengan standar industri. Jika sebuah lowongan menawarkan gaji yang jauh di atas standar, tanpa penjelasan yang logis, bisa jadi itu adalah lowongan palsu. Penipu biasanya menggunakan taktik ini untuk menarik perhatian dan membuat calon korban tergiur.

2. Proses Seleksi yang Tidak Jelas

Proses seleksi yang profesional biasanya melibatkan beberapa tahap, seperti tes tertulis, wawancara, dan tes kesehatan. Jika sebuah lowongan kerja langsung menjanjikan posisi tanpa proses seleksi yang jelas, kamu harus waspada. Penipu seringkali menjanjikan posisi tanpa proses seleksi yang jelas untuk membuat calon korban merasa bahwa pekerjaan tersebut mudah didapatkan.

3. Meminta Biaya di Awal

Penipu seringkali menggunakan modus yang satu ini. Mereka meminta biaya di awal dengan alasan administrasi, seragam, atau training. Ingat, perusahaan yang serius tidak akan meminta biaya apapun dari pelamar. Jika ada lowongan kerja yang meminta biaya, segera hindari.

4. Informasi Perusahaan yang Tidak Jelas

Informasi tentang perusahaan, seperti alamat, nomor telepon, dan website, harus bisa kamu temukan dengan mudah. Jika informasi tersebut tidak jelas atau sulit ditemukan, bisa jadi itu adalah lowongan palsu. Penipu biasanya menyembunyikan informasi ini untuk menghindari pengecekan lebih lanjut dari calon korban.

5. Alamat Email yang Tidak Profesional

Perusahaan yang serius biasanya memiliki alamat email dengan domain perusahaan mereka sendiri. Jika kamu menerima email dari alamat yang tampaknya tidak profesional atau menggunakan layanan email gratis, kamu harus berhati-hati. Penipu seringkali menggunakan alamat email gratisan untuk menghindari deteksi dan pengecekan lebih lanjut.


Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu: Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

Ciri-ciri lowongan kerja palsu

Sumber: Pixabay.com

Selain ciri-ciri di atas, ada beberapa hal lain yang perlu kamu perhatikan.

Pertama

Perhatikan penulisan dan tata bahasa dalam iklan lowongan kerja. Iklan lowongan kerja yang profesional biasanya ditulis dengan baik dan benar, sedangkan iklan palsu seringkali berisi kesalahan penulisan dan tata bahasa.

Kedua

Perhatikan detail pekerjaan yang ditawarkan. Jika detail pekerjaannya tidak jelas, atau jika pekerjaan tersebut tampak terlalu mudah untuk mendapatkan gaji yang tinggi, kamu harus berhati-hati.

Ketiga

Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau finansial jika kamu merasa tidak yakin. Penipu seringkali meminta informasi ini untuk tujuan penipuan.

Berikut adalah beberapa tips mendapatkan lowongan kerja yang asli:

Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu: Apa Saja Tips untuk Mendapatkan Pekerjaan?

Ciri-ciri lowongan kerja palsu

Sumber: pixabay.com

1. Lakukan Penelitian

Sebelum melamar pekerjaan, lakukan penelitian tentang perusahaan tersebut. Cek website resmi perusahaan, baca review dari karyawan atau mantan karyawan, dan cari tahu reputasi perusahaan tersebut di industri.

2. Gunakan Platform Pekerjaan yang Terpercaya

Gunakan platform pencari kerja yang terpercaya dan memiliki sistem verifikasi untuk perusahaan yang memasang iklan lowongan.

3. Manfaatkan Jaringan Sosialmu

Memanfaatkan jaringan sosial kamu juga bisa menjadi cara efektif untuk mendapatkan lowongan kerja yang nyata.

4. Pertimbangkan Penggunaan Konsultan Karir

Konsultan karir atau agen pekerjaan seringkali memiliki akses ke lowongan kerja yang tidak dipublikasikan dan dapat membantu memvalidasi keaslian perusahaan dan lowongan kerja.

5. Waspadai Penawaran yang Tidak Realistis

Jika suatu penawaran terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, biasanya memang demikian. Selalu waspada terhadap penawaran yang tidak realistis, seperti gaji tinggi untuk pekerjaan dengan sedikit tanggung jawab atau jam kerja yang minim.

6. Percayai Insting Anda

Jika Anda merasa tidak nyaman atau merasa ada yang tidak beres dengan suatu lowongan kerja, percayai insting Anda. Lebih baik bersikap hati-hati daripada menyesal di kemudian hari.

7. Melaporkan Lowongan Palsu

Jika Anda menemukan lowongan kerja yang Anda curigai sebagai penipuan, laporkan kepada platform tempat iklan tersebut dipasang dan kepada otoritas yang relevan. Dengan melakukan ini, Anda mungkin dapat mencegah orang lain menjadi korban penipuan.


Ingatlah selalu bahwa mencari pekerjaan adalah proses yang serius. Jangan terburu-buru dan selalu lakukan pengecekan sebelum melamar. Jika kamu merasa tidak yakin, jangan ragu untuk meminta pendapat orang lain, seperti teman, keluarga, atau mentor karir. Kamu juga bisa mengikuti saran-saran dalam mencari pekerjaan lewat artikel ini!

Selamat berburu pekerjaan dan semoga sukses! Dengan pengetahuan dan kewaspadaan, kamu dapat menghindari penipuan dan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan harapan kamu!


Author: Ear Gitarani P. Dinta | Editor: Rincinailatul Agustin¬

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *