Apa Itu Nyamuk Wolbachia Pengendali Demam Berdarah?

Pada akhir tahun 2023, masyarakat ramai memperbincangkan penyebaran nyamuk Wolbachia pada beberapa wilayah di Indonesia. Sebenarnya, apa sih nyamuk Wolbachia itu? Apa tujuan dari penyebaran nyamuk ini? Yuk simak pembahasan berikut!

Apa Itu Nyamuk Wolbachia?

Nyamuk Wolbachia merupakan nyamuk Aedes aegypti yang telah diinfeksi bakteri Wolbachia. Bakteri ini merupakan jenis bakteri parasit yang hidup secara alami dalam tubuh beberapa serangga seperti lalat buah, capung, kupu-kupu, termasuk nyamuk. Wolbachia pertama kali ditemukan pada jaringan reproduksi nyamuk Culex pipens oleh Hertig dan Wolbach pada tahun 1924. Spesies tersebut kemudian diberi nama Wolbachia pipientis. Bakteri ini memiliki kemampuan untuk menonaktifkan virus demam berdarah dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, sehingga potensi nyamuk menularkan virus dengue atau virus penyebab demam berdarah ketika menggigit manusia menurun.

Nyamuk Aedes aegypti dan bakteri Wolbachia sebenarnya adalah makhluk hidup alami. Nyamuk  dan bakteri ini bukanlah organisme hasil dari modifikasi genetik laboratorium. Secara materi genetik, baik dari nyamuk maupun bakteri Wolbachia, identik dengan organisme yang ditemukan pada alam. Nyamuk Aedes aegypti sendiri adalah nyamuk yang ada di sekitar kita dan sering menyebabkan penyakit demam berdarah pada manusia, sementara bakteri Wolbachia ada pada 60% serangga . Bakteri Wolbachia telah terbukti aman, tidak menginfeksi manusia atau vertebrata yang lain, juga  tidak menyebabkan manusia atau hewan menjadi sakit.

Ketika Aedes aegypti (nyamuk pembawa virus demam berdarah) terinfeksi Wolbachia, maka Aedes aegypti akan memiliki kemampuan yang lebih rendah untuk menularkan virus-virus demam berdarah kepada manusia. Kementrian kesehatan menyebutkan bahwa Wolbachia dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti dapat menurunkan replikasi virus dengue sehingga dapat mengurangi kemampuan nyamuk tersebut sebagai penular demam berdarah. Jadi, nyamuk ber-Wolbachia merupakan suatu upaya pemerintah untuk mencegah dan menurunkan penyakit demam berdarah.

apa itu nyamuk wolbachia
Source: https://id.pinterest.com/pin/705868941568018485/

Bagaimana Cara Kerjanya Dalam Mengendalikan Demam Berdarah?

Demam berdarah masih menjadi penyakit yang sering kita jumpai di Indonesia. Tahun 2023, tercatat ada 76.449 kasus dengue dengan 571 kasus kematian mulai dari Januari-November. Karena itulah, nyamuk Wolbachia menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kasus penyakit demam berdarah. Metode dalam menciptakan nyamuk ber-Wolbachia adalah dengan memindahkan bakteri tersebut dari lalat buah dan memasukannya ke dalam telur nyamuk Aedes aegypti sehingga dapat berkembang dan dapat menurun ke generasi berikutnya. Penyebaran nyamuk Wolbachia di Indonesia melalui metode penggantian, yaitu dengan cara melepaskan nyamuk jantan dan betina ber-Wolbachia ke populasi alami. Kementrian kesehatan menyebutkan bahwa :

  • Jika nyamuk jantan kawin dengan nyamuk betina ber-Wolbachia, maka telur menetas ber-Wolbachia.
  • Jika nyamuk jantan ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk betina, maka telur tidak menetas.
  • Jika nyamuk jantan ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk betina ber-Wolbachia, maka telur menetas ber-Wolbachia.

Pada akhirnya, tujuan dari penyebaran ini adalah agar seluruh nyamuk di populasi alami akan memiliki bakteri Wolbachia. Semakin banyak nyamuk ber-Wolbachia, maka penyakit demam berdarah akan semakin menurun. Mengapa demikian? Sebab, virus dengue yang merupakan virus penyebab demam berdarah tidak dapat berkembang pada tubuh nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia. Apabila virus tersebut tidak dapat berkembang, maka nyamuk Aedes aegypti juga tidak dapat menularkan virus dengue kepada manusia.

Apa itu nyamuk wolbachia
Source: https://id.pinterest.com/pin/422564377552600867/

Bagaimana Efektivitas Inovasi Nyamuk Wolbachia?

Pendekatan ini telah terbukti secara signifikan mengurangi kejadian demam berdarah dan kebutuhan pasien rawat inap. Pengurangan ini jelas akan berdampak signifikan terhadap penghematan biaya pengendalian demam berdarah di negara-negara yang menerapkannya. Pendekatan ini sangat efektif dalam mengendalikan penyakit oleh nyamuk pada daerah perkotaan besar dan padat penduduk dengan kasus demam berdarah yang tinggi.

Banyak negara yang sudah mengadopsi inovasi ini, seperti Brazil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Meksiko, Kiribati, Kaledonia Baru, dan Srilanka. Pada negara Brazil, penyebaran nyamuk ber-Wolbachia pada tahun 2014 di sejumlah kota telah menurunkan kasus demam berdarah hingga 69,4%.  Sedangkan di Kaledonia Baru,  nyamuk ini berhasil mengeliminasi dengue dan memproteksi sekitar 150 ribu penduduk yang tersebar pada lahan seluas 144 km persegi pada kurun waktu 2019–2023.  WMP juga melaporkan keberhasilan yang sama  dari negara uji coba di Srilanka, yakni di dua distrik Colombo.

Sedangkan di Indonesia, kementrian kesehatan menyebutkan bahwa World Mosquito Program(WMP) telah meneliti efektivitas Wolbachia di Yogyakarta sejak 2011 yang dengan dukungan filantropi yayasan Tahija. World Mosquito Program(WMP) melakukan penelitian melalui fase persiapan dan pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dalam skala terbatas (2011-2015). Kemudian pada tahun 2022, WMP melakukan penyebaran nyamuk ber-Wolbachia di Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Hasilnya, penyebaran pada beberapa lokasi tersebut telah terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77%, dan menurunkan proporsi rawat inap di rumah sakit sebesar 86%. Berdasarkan data dan fakta tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa inovasi teknologi nyamuk Wolbachia, efektif dan efisien dalam mengurangi virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Baca Juga: Era Society 5.0 dalam Pendidikan, Apa Tantangannya Bagi Mahasiswa?


Writer: Maulida Rahma Susanti  | Editor: Kayla Adzkia Shabrina

Tinggalkan komentar